Abstract

Limbah cair merupakan suatu sisa atau buangan dari suatu aktivitas atau kegiatan manusia maupun perindustrian berbentuk cair yang tersuspensi maupun terlarut dalam air. Limbah dari hasil pengolahan ikan masih cukup tinggi, yaitu sekitar sampai 30%. Limbah yang dihasilkan dari proses pengolahan ikan dapat dibagi menjadi limbah padat dan limbah cair. Limbah cair yang berasal dari aktivitas industri, dapat berdampak negatif pada lingkungan karena dapat mencemari lingkungan, pencemaran industri dapat mengurangi kualitas lingkungan karena masuknya zat-zat pencemar yang dihasilkan ke suatu lingkungan, seperti, tanah, air atau udara. Untuk mengetahui kadar Total Suspended Solid (TSS), kadar pH, kadar Biochemical Oxygen Demand (BOD), kadar Chemical Oxygen Demand (COD) dan kadar Amoniak pada limbah cair pengolahan hasil perikanan di PT. Perikanan Indonesia Cabang Ambon.
Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan pemeriksaan laboratorium terhadap parameter pH, TSS, BOD, COD, dan amoniak. Sampel limbah cair diambil dari proses pencucian ikan yang merupakan sumber utama limbah pada kegiatan produksi tuna loin.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada bak pencucian satu dan dua, seluruh parameter memenuhi baku mutu dengan nilai TSS 2–2,4 mg/L, pH 7,06–7,07, BOD 3 mg/L, COD 70–80 mg/L, dan amoniak 0,1507–1,6175 mg/L. Sementara itu, pada outlet, parameter TSS, pH, COD, dan amoniak masih memenuhi baku mutu, tetapi nilai BOD sebesar 34 mg/L melebihi batas yang ditetapkan yaitu 30 mg/L. Hal ini menunjukkan bahwa sistem pengolahan limbah yang digunakan belum optimal dalam menurunkan beban pencemar organik.