Abstract

Latar belakang : Warisan kearifan lokal Bali berpotensi untuk dikembangkan dan dimanfaatkan bagi kesehatan sehingga menjadi komponen daya tarik wisata kesehatan. Hal ini perlu diimplementasikan berdasarkan peraturan yang berlaku. Tantangan yang terjadi diantaranya penerapan patient safety, mencegah adanya mitos menjadi tindakan malpraktik dan membahayakan, penguatan local wisdom pengusada berdasarkan pakem serta pemanfaatan teknologi, dan meningkatkan kepercayaan masyarakat Bali terhadap pengusada/praktisi. Untuk itu penting dirancangnya buku saku digital. Tujuan penelitian ini 1) untuk merancang buku saku digital pengobatan tradisional serta 2) untuk menguji efektivitas buku saku terhadap penggunaan ramuan dan keterampilan sesuai pakem. Metode dilakukan melalui pendekatan kualitatif-kuantitatif dengan quasi eksperimental pre post control group design yang dibagi menjadi dua tahapan pelaksanaan dengan total responden 398. Hasil : Media buku saku digital sudah terancang dan teruji baik validitas media dengan nilai 0,73 dan uji konten dengan hasil 0,6-1; buku saku digital teruji efektivitasnya dalam hal kepatuhan dan pemahaman hattra/pengusada; buku saku digital teruji efektivitasnya dalam hal kepuasan, pemahaman dan sikap klien/pengguna. Simpulan : buku saku disebarkan ke masyarakat dan efektif dalam peningkatan kepatuhan dan pemahaman pengusada serta peningkatan kepuasan, pemahaman dan sikap klien. Saran : dibuatkan HKI dan mengkaji faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas buku saku digital.