Jurnal Pela Gandong https://jurnalpoltekkesmaluku.com/index.php/JPG <p><img src="/public/site/images/hariawan/A4_JURNAL_ABDIMAS_TERPADU_(21_x_29.7_cm)_.png" width="217" height="307"></p> <p><em><strong><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">Jurnal Pela Gandong</span></span></span></span></strong></em><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">&nbsp;merupakan Jurnal hasil Pengabdian kepada Masyarakat di bidang Kesehatan.&nbsp; Jurnal Pela Gandong diterbitkan oleh Poltekkes Kemenkes Maluku dan menerbitkan artikel ilmiah sebagai hasil penerapan pemberdayaan masyarakat di bidang Kesehatan. Jurnal Pela Gandong menerbitkan semua laporan tentang penerapan, pengamalan, dan pembudayaan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk kesehatan, kesejahteraan sosial, dan bangsa.</span></span></span></span></p> <p><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">Jurnal Pela Gandong diterbitkan secara berkala oleh Poltekkes Kemenkes Maluku dalam dua kali setahun.</span></span></span></span></p> <p><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">ISSN 3090 - 2495</span></span></span></span></p> en-US hamdan@poltekkes-maluku.ac.id (Hamdan Hariawan) kalukukhartini@gmail.com (Khartini Kaluku) Wed, 31 Dec 2025 19:49:42 +0700 OJS 3.1.0.0 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 Empowerment of Posyandu Cadres and Parents in the Early Detection of Stunting Through Training on Z-Score Assessment in Dunwahan Village, Southeast Maluku. https://jurnalpoltekkesmaluku.com/index.php/JPG/article/view/747 <p><em>Stunting remains a significant chronic nutritional problem in Indonesia, particularly in remote communities such as Dunwahan Village, Southeast Maluku. Early detection using Z-Score (height-for-age) assessment is a critical strategy to identify children at risk of stunting before the condition becomes chronic. However, the knowledge and technical skills of posyandu cadres and parents in reading growth charts and calculating Z-Scores are often inadequate, resulting in delayed identification and intervention. This community service program was designed to enhance nutrition literacy through hands-on training in Z-Score calculation for posyandu cadres and mothers of children with stunting. A total of 12 participants engaged in a series of activities including education on stunting and Z-Score concepts, demonstration of anthropometric measurement techniques, practical exercises filling WHO growth charts, and case mentoring using participants’ child data. Evaluation employed pre-test and post-test assessments to measure knowledge change. Results indicated a marked improvement in participants’ abilities: prior to the intervention most participants could not correctly determine nutritional status based on Z-Score, whereas after training nearly all participants could independently classify children’s nutritional status (normal, at-risk, stunted). The intervention effectively strengthened community-level screening capacity, altered routine growth-monitoring practices at posyandu, empowered cadres as first-line detectors, and promoted active parental involvement. This model of practical, competency-based nutrition education shows promise for replication in other villages as part of national stunting prevention efforts. The findings support integrating practical nutrition education and technical training into field-level stunting prevention programs.</em></p> Muhammad Amrullah; John Davison Haluruk, Hamdan Hariawan; Lucky Herry Noya ##submission.copyrightStatement## https://jurnalpoltekkesmaluku.com/index.php/JPG/article/view/747 Wed, 31 Dec 2025 19:32:32 +0700 UPAYA PENGUATAN PROGRAM STIMULASI, DETEKSI DAN INTERVENSI DINI TUMBUH KEMBANG (SDIDTK) PADA ANAK USIA PRASEKOLAH https://jurnalpoltekkesmaluku.com/index.php/JPG/article/view/751 <p>Pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak usia pra sekolah merupakan langkah penting dalam upaya deteksi dini untuk mencegah terjadinya keterlambatan perkembangan yang dapat berdampak pada kemampuan belajar dan kesiapan anak memasuki jenjang pendidikan selanjutnya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan oleh tim pengabdi Program Studi Kebidanan Ambon dengan tujuan untuk melakukan pemeriksaan pertumbuhan dan perkembangan pada anak di Taman Kanak-kanak serta meningkatkan pemahaman guru dan orang tua tentang pentingnya deteksi dini. Metode kegiatan meliputi tahapan persiapan, pengkajian awal, pemeriksaan pertumbuhan melalui pengukuran berat badan, tinggi badan serta pemeriksaan perkembangan anak menggunakan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan. Seluruh anak yang hadir pada hari pelaksanaan dijadikan sasaran pemeriksaan. Data hasil pemeriksaan dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan kondisi pertumbuhan dan perkembangan anak serta mengidentifikasi kemungkinan adanya hambatan perkembangan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebagian besar anak memiliki perkembangan yang sesuai dengan tahap usianya, sementara beberapa anak ditemukan berada dalam kategori perkembangan meragukan sehingga memerlukan stimulasi lanjutan dan pemantauan perkembangan yang lebih teratur. Analisis terhadap hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa penggunaan instrumen Kuesioner Pra Skrining Perkembangan sangat membantu dalam mengidentifikasi kebutuhan stimulasi perkembangan secara lebih spesifik. Kegiatan ini memberikan dampak positif berupa peningkatan kesadaran orang tua dan guru mengenai pentingnya pemantauan perkembangan secara berkala serta perlunya intervensi dini bagi anak yang menunjukkan tanda-tanda keterlambatan. Dengan demikian, kegiatan pengabdian ini berkontribusi dalam memperkuat upaya promotif dan preventif terkait tumbuh kembang anak usia dini di lingkungan sekolah</p> Viqy Lestaluhu ##submission.copyrightStatement## https://jurnalpoltekkesmaluku.com/index.php/JPG/article/view/751 Wed, 31 Dec 2025 19:34:56 +0700 Penguatan Kesehatan Paru Melalui Edukasi Gizi Berbasis Pangan Lokal Pada Masyarakat Pesisir Kota Ambon https://jurnalpoltekkesmaluku.com/index.php/JPG/article/view/761 <p>Masyarakat Desa Laha Kota Ambon memiliki risiko gangguan kesehatan paru yang cukup tinggi akibat paparan polusi udara dari aktivitas bandara dan lalu lintas kendaraan, yang diperberat oleh rendahnya pemanfaatan pangan lokal kaya zat gizi protektif. Pangan lokal Maluku seperti kelor, ikan pelagis, labu kuning, rumput laut, pisang, dan sagu berpotensi mendukung kesehatan paru melalui kandungan antioksidan, vitamin, mineral, dan asam lemak esensial, namun belum dimanfaatkan secara optimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pemanfaatan pangan lokal sebagai upaya promotif dan preventif kesehatan paru. Metode yang digunakan adalah edukasi gizi dengan pendekatan ceramah interaktif dan diskusi, disertai evaluasi pre-test dan post-test. Kegiatan dilaksanakan di Desa Laha pada November 2025 dengan melibatkan 40 peserta, terdiri atas 4 laki-laki dan 36 perempuan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan skor pengetahuan masyarakat setelah intervensi edukasi, yang menandakan meningkatnya pemahaman peserta mengenai hubungan antara pola konsumsi pangan lokal, paparan polusi udara, dan kesehatan paru. Selain peningkatan pengetahuan, peserta menunjukkan sikap positif terhadap penerapan pangan lokal dalam menu keluarga sehari-hari. Kegiatan ini menghasilkan luaran berupa materi edukasi, leaflet dan booklet pangan lokal paru-sehat, data evaluasi peningkatan pengetahuan, serta draf artikel ilmiah pengabdian. Program ini dinilai efektif, aplikatif, dan berpotensi direplikasi sebagai model edukasi gizi berbasis pangan lokal untuk mendukung ketahanan kesehatan masyarakat pesisir.</p> Khartini Kaluku, Nilfar Ruaida, Michran Marsaoly ##submission.copyrightStatement## https://jurnalpoltekkesmaluku.com/index.php/JPG/article/view/761 Wed, 31 Dec 2025 19:36:57 +0700 Edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) untuk Peningkatan Kesehatan Paru pada Siswa Rumah Tahfidz Qur’an Imam Asy-Syafi’i Nania Kota Ambon https://jurnalpoltekkesmaluku.com/index.php/JPG/article/view/767 <p>Kesehatan paru anak usia sekolah merupakan aspek penting dalam upaya promotif dan preventif kesehatan masyarakat, terutama di lingkungan pendidikan dengan risiko paparan polusi dan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) yang belum optimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap siswa mengenai PHBS sebagai upaya pencegahan gangguan kesehatan paru di Rumah Tahfidz Qur’an Imam Asy-Syafi’i Nania, Kota Ambon. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan edukatif melalui ceramah interaktif dan diskusi, disertai media leaflet, dengan sasaran <strong>32 siswa laki-laki</strong>. Evaluasi dilakukan menggunakan desain pretest dan posttest untuk mengukur perubahan tingkat pengetahuan peserta sebelum dan sesudah intervensi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa terkait praktik PHBS untuk kesehatan paru, meliputi kebiasaan mencuci tangan, etika batuk dan bersin, pentingnya ventilasi ruang, serta upaya menghindari paparan asap dan polusi udara. Secara kualitatif, siswa menunjukkan sikap yang lebih positif dan kesadaran yang lebih baik terhadap penerapan PHBS di lingkungan sekolah. Kegiatan ini disimpulkan efektif sebagai intervensi promotif-preventif berbasis sekolah dan berpotensi direplikasi pada satuan pendidikan lain dengan karakteristik serupa.</p> Khartini Kaluku, Mahmud Mahmud, Baharudin M Subandi, Inamah Inamah ##submission.copyrightStatement## https://jurnalpoltekkesmaluku.com/index.php/JPG/article/view/767 Wed, 31 Dec 2025 19:39:57 +0700 EDUKASI PERAN MAKANAN HALALAN THAYYIBAN DALAM PENCEGAHAN PENYAKIT PARU DI KOTA AMBON https://jurnalpoltekkesmaluku.com/index.php/JPG/article/view/773 <p>Tuberculosis remains a global health problem and the second leading cause of death after HIV. The Halal Thayyiban food concept is a values- and science-based approach that emphasizes the consumption of halal (safe and harmless) and thayyib (good, nutritious, and high-quality) food. Thayyib food not only meets religious standards but also meets safety, hygiene, health benefits, and nutritional balance. This principle aligns with efforts to prevent lung disease through the consumption of highly nutritious foods that can strengthen the immune function of the respiratory tract and repair lung tissue damage caused by pollution. Implementing public education on the role of Halal Thayyiban food in preventing lung disease is a relevant, applicable, and sustainable preventive-promotive strategy for the people of Ambon City. The methods used in this activity are lectures and discussions. This method is considered necessary to facilitate participants' understanding of the concept of Halal Thayyiban food. This nutritional education activity, which emphasizes the concept of halal and thayyiban food in preventing lung diseases such as tuberculosis, is expected to provide participants with in-depth knowledge that preventive measures can be taken by choosing healthy foods</p> <p><strong>&nbsp;</strong></p> Wahyuni Sammeng; Khartini Kaluku ##submission.copyrightStatement## https://jurnalpoltekkesmaluku.com/index.php/JPG/article/view/773 Wed, 31 Dec 2025 19:41:35 +0700