Evaluasi Kualitas Udara Ambien Berdasarkan Konsentrasi Sulfur Diksida (SO2), Amonia ( NH3), Suhu, Dan Kelembaban Di Jalan Jenderal Sudirman Kecamatan Sirimau Kota
Abstract
Latar Belakang: Udara merupakan salah satu komponen penting dari alam yang sangat diperlukan oleh makhluk hidup. perkembangan transportasi dan pembangunan industri pada era modern berpotensi memengaruhi kualitas udara. Berdasarkan hasil survei awal yang dilakukan pada Jumat, 21 November 2025 di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, dilakukan pengamatan kondisi lalu lintas pada dua situasi berbeda yaitu saat jam macet (pukul 07.00–09.00 WIT) serta jam tidak macet (pukul 10.00–12.00 WIT). dengan jumlah kendaraan arus bolak-balik dari arah barat ke timur dengan rincian sepeda motor berjumlah 1.964, angkutan kota 1.063, minibus 147, pick up 42, truk berbahan bakar solar 29, dan truk berbahan bakar bensin 58, Sedangkan jumlah kendaraan dari arah timur ke barat dengan rincian sepeda motor berjumlah 1.349, angkutan kota 1.042, minibus 178, pik up 35, truk berbahan bakar solar 69, dan truk berbahan bakar bensin 57. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa pada jam macet, arus lalu lintas di jalan utama tersebut mengalami kepadatan yang cukup tinggi sekitar 6.033 dengan panjang jalan sekitar 4,03 kilometer dan lebar jalan mencapai 14 meter yang membentang dari jembatan wairuhu negeri hative kecil hingga jembatan Batu Merah.
Tujuan: Untuk mengetahui kandungan sulfur dioksida (SO₂), amonia (NH3), suhu dan kelembaban
Metode penelitian: Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yaitu penelitian tentang pemeriksaan kualitas kimia udara pada Jalan Jenderal Sudirman Kecamatan Sirimau Kota Ambon, Penelitian dilakukan pada bulan September 2025 – April 2026. di Jalan jenderal sudirman kecamatan sirimau kota ambon, dan sampel kadar kimia udara SO2, NH3, Suhu, Kelembabanakan yang dilaksanakan di Balai Laboratorium Kesehatan Ambon.Cara pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui data primer dan sekunder.
Hasil: Hasil pemerikasaan kadar kimia udara SO2 pada dataran rendah dan dataran tinggi dengan empat titik hasil yang di temukan titik 1 43,809, titik 2 43,866, titik 3 43,039, titk 4 44,535 hasil pengukuran selama 1 jam semuanya memenuhi syarat, Sedangkan hasil NH3 pada dataran rendah dan dataran tinggi pada empat titik hasilnya pada titik 1 0,003, titik 2 0,025, titik 3 0.020, titik 4 0,023 hasil pengukura selama 1 jam memenuhi syarat, untuk pengukuran suhu pada dataran rendah dan dataran tinggi pada empat titik dengan titik 1 36, titk 2 37, titik 3 38,1, titk 4 35,6 dan hasil yang ditemukan tidak memenuhi syarat, sedangka pada pengkuran kelembaban pada dataran rendah dan dataran tinggi hasil pada titik 1 68,7, titik 2 69,9 titik 3 68,7, titik 4 59,6 hasil yang di temuka pada empat titik menunjuka masih memenuhi syarat dan masih dalam ambang batas.
Tujuan: Untuk mengetahui kandungan sulfur dioksida (SO₂), amonia (NH3), suhu dan kelembaban
Metode penelitian: Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yaitu penelitian tentang pemeriksaan kualitas kimia udara pada Jalan Jenderal Sudirman Kecamatan Sirimau Kota Ambon, Penelitian dilakukan pada bulan September 2025 – April 2026. di Jalan jenderal sudirman kecamatan sirimau kota ambon, dan sampel kadar kimia udara SO2, NH3, Suhu, Kelembabanakan yang dilaksanakan di Balai Laboratorium Kesehatan Ambon.Cara pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui data primer dan sekunder.
Hasil: Hasil pemerikasaan kadar kimia udara SO2 pada dataran rendah dan dataran tinggi dengan empat titik hasil yang di temukan titik 1 43,809, titik 2 43,866, titik 3 43,039, titk 4 44,535 hasil pengukuran selama 1 jam semuanya memenuhi syarat, Sedangkan hasil NH3 pada dataran rendah dan dataran tinggi pada empat titik hasilnya pada titik 1 0,003, titik 2 0,025, titik 3 0.020, titik 4 0,023 hasil pengukura selama 1 jam memenuhi syarat, untuk pengukuran suhu pada dataran rendah dan dataran tinggi pada empat titik dengan titik 1 36, titk 2 37, titik 3 38,1, titk 4 35,6 dan hasil yang ditemukan tidak memenuhi syarat, sedangka pada pengkuran kelembaban pada dataran rendah dan dataran tinggi hasil pada titik 1 68,7, titik 2 69,9 titik 3 68,7, titik 4 59,6 hasil yang di temuka pada empat titik menunjuka masih memenuhi syarat dan masih dalam ambang batas.